Kembali ke Intisari News
July 28, 2023
Mencari Alibi sebagai Almarhum
Mencari Alibi Sebagai Almarhum
Mencari Alibi Sebagai Almarhum (Intisari)
Penulis Ade S
Editor Ade S

Intisari Plus - Suami istri Featon ditemukan tewas. Keduanya tampak seperti telah melakukan bunuh diri, namun polisi menduga mereka adalah korban pembunuhan.

----------

Pagi hari tanggal 12 Februari 1962, Kepolisian Melbourne bagian perkara pembunuhan mendapat laporan. Di Hillstreet 17 Blackborn sepasang suami istri ditemukan tewas di kamarnya. Regu penyelidik segera datang, dipimpin oleh Inspektur Kepala Anthony Forrester.

Tampaknya kejadian di Hillstreet itu merupakan peristiwa bunuh diri. Nyonya rumah tergeletak di tempat tidur, pelipisnya tertembus peluru revolver kaliber 7.65. Suaminya menggantung diri di kamar itu juga, setelah sebelumnya mencoba mengakhiri hidupnya dengan tembakan. Revolvernya sudah kosong, tanpa peluru — masih terletak di lantai dekat tangga yang rupanya digunakan untuk memanjat ketika lelaki itu hendak menggantung diri.

Kamar diperiksa. Di atas meja dekat tempat tidur ditemukan sepucuk surat. Dalam surat itu tertulis kata-kata, “Even in the death we will be together.” (Meski dalam kematian, kita akan selalu bersama.)

Inspektur Forrester memerintahkan supaya sidik jari para korban diambil. “Periksa juga bekas-bekas sidik jari pada revolver, untuk mengetahui siapa menembak siapa,” tambahnya.

Seluruh isi kamar kini diteliti. Dalam laci meja dekat ranjang ditemukan sepucuk revolver FN. Dengan saputangan Forrester mengambil senjata itu. Revolver yang satu ini ternyata masih penuh dengan peluru. Pelatuknya terkunci. 

Aneh, pikir Forrester, bahwa tuan rumah tidak menggunakan revolver yang masih penuh ini untuk mengakhiri hidupnya. Tadinya Forrester mengira lelaki itu menggantung diri karena peluru revolvernya (yang lain) telah habis. 

Jangan biarkan penasaranmu tergantung.
Akses tanpa batas dengan Intisari Plus.