Kembali ke Intisari News
June 03, 2022
Incarannya Perawan Baik-baik
Incarannya Perawan Baik-baik
Incarannya Perawan Baik-baik (alex-heuvink)
Penulis Intisari Plus
Editor Ade S

Intisari Plus - Saat perjalanan menuju stasiun, Oscar Riedel melihat sesosok tubuh tergolek dengan kaki lebih tinggi dari kepala di kubangan lumpur di tepi jalan. Awalnya, ia berpikir bahwa orang itu mabuk dan tercemplung ke kubangan. Namun, setelah ditarik tangannya keluar, orang itu adalah wanita yang terbunuh dengan luka berdarah di perutnya.

-------------------------

Oscar Riedel, seorang mandor di pabrik sepatu, berjalan menuju ke Stasiun Kereta Api Rehme. la akan pergi bekerja. Pabrik tempat kerjanya tidak libur pada hari Sabtu, tanggal 8 April 1961 itu. Maklum ekonomi Jerman sedang berkembang pesat dan sebagian pabrik bekerja tujuh hari seminggu. 

Pria setengah umur itu tidak keberatan masuk pada hari Sabtu. Soalnya, ia senang pada pekerjaannya dan mendapat tambahan uang. Lagi pula langit musim semi ketika itu tampaknya secerah musim panas. 

Di tengah perjalanan, Riedel melihat sesosok tubuh tergolek dengan kaki lebih tinggi dari kepala di kubangan lumpur di tepi jalan. Tubuh itu sebetulnya tidak tampak jelas, sebab rumput cukup tinggi di tepi kubangan. Ia pikir, pasti orang itu mabuk, lalu tercemplung ke lumpur. 

Riedel orang baik. Cepat-cepat ia menghampiri untuk menolong. Ketika sudah berada cukup dekat, ia tertegun. Sosok tubuh itu milik seorang wanita muda. 

Wajahnya tertutup oleh roknya yang tersingkap, sehingga kelihatan sekitar perutnya berdarah. Cabikan pakaian tercecer di sekitarnya. Jangan-jangan korban perkosaan, pikir Riedel. 

Lekas-lekas Riedel menarik tangan gadis itu dari kubangan. Sekali lagi ia terkejut. Tangan yang dipegangnya dingin dan kaku. Gadis itu rupanya korban pembunuhan

Jangan biarkan penasaranmu tergantung.
Akses tanpa batas dengan Intisari Plus.